Wujud Nyata Kepedulian Sosial Mahasiswa Baru dalam Kerbaksos PKKMB FEB Unwar 2026

 Jumat, 11 September 2026  Diposting oleh: adminsite

 

Ribuan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa (Unwar) “menyerbu” kawasan Pantai Padang Galak, kegiatan kerja bakti sosial (kerbaksos) yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FEB Unwar Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.295 mahasiswa baru FEB Unwar.
Sejak pagi, para mahasiswa baru tampak antusias membersihkan kawasan pantai. Sampah yang berserakan dikumpulkan dan dipilah, sehingga kawasan Pantai Padang Galak diharapkan menjadi lebih bersih dan nyaman.
Kegiatan kerbaksos tersebut juga menjadi momentum bagi FEB Unwar untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Sebelum aksi bersih-bersih dimulai, kegiatan diawali dengan penyerahan tong sampah dan sejumlah tanaman untuk penghijauan kawasan Pantai Padang Galak. Penyerahan dilakukan langsung oleh Dekan FEB Unwar, Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, S.E., M.Si., didampingi para wakil dekan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unwar, serta perwakilan mahasiswa baru.

Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan prajuru Desa Adat Kesiman. Selain menyerahkan sarana kebersihan dan tanaman, Dekan FEB Unwar juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Dekan mengatakan kegiatan kerbaksos merupakan kegiatan rutin FEB Unwar yang diselenggarakan bersama BEM. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kemampuan akademik atau hard skill dengan soft skill mahasiswa.
“Mahasiswa kita bentuk bukan saja dengan teori dan konsep di kampus, tetapi juga harus mengenal kehidupan di luar kampus, terutama lingkungan,” ujarnya.

Mengusung tema “Dari Aksi Menjadi Solusi: Membangun Mahasiswa Baru yang Peduli Lingkungan melalui Bakti Sosial”, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan juga sejalan dengan visi Unwar yang mengembangkan konsep ecotourism. Nilai tersebut kemudian turut diperkuat dalam visi FEB Unwar.

“Dengan demikian, apa yang terimplementasi di sini adalah membentuk karakter yang dijiwai oleh Sapta Bayu,” katanya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa melalui kegiatan sosial dan lingkungan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka kembali menjalani aktivitas akademik di kampus.
“Kami berharap saat mahasiswa baru ini kembali ke kampus, mereka sudah memiliki kekuatan mental. Kami percaya, apabila mental kita down, maka tidak akan ada solusi. Setiap persoalan membutuhkan ketangguhan mental,” tegasnya.
Karena itu, kegiatan PKKMB menurutnya tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi tahap awal dalam membangun character building mahasiswa agar memiliki mental tangguh, mandiri, dan siap menghadapi persaingan global 2034.

Lebih jauh, Dekan FEB Unwar menekankan pentingnya jargon “Bekerja dengan Hati, Menciptakan Harmoni” yang menjadi salah satu nilai yang ditanamkan kepada mahasiswa.
Menurutnya, membangun sesuatu tidak dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan kebersamaan dan sinergi banyak pihak agar tujuan dapat tercapai.
“Satu tangan tidak mungkin bisa menyelesaikan sesuatu. Tetapi kalau bergandengan banyak tangan, saya pikir semua bisa selesai dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan di FEB Unwar tidak hanya diarahkan untuk melahirkan mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, tidak dapat dipisahkan dalam membentuk pribadi yang utuh.
“Kita akan membentuk bukan orang-orang yang pintar, tetapi orang-orang yang bijak. Orang pintar banyak, tetapi tidak banyak orang bijak,” katanya.
Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui pembentukan karakter yang dimulai dari kecintaan terhadap diri sendiri, lingkungan, hingga kepada Sang Pencipta. Konsep tersebut dikemas dalam nilai Tri Hita Karana berbasis Sapta Bayu, yang diharapkan mampu menjadi pedoman mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik maupun profesional.

Ia menambahkan, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan mengelola hati dalam berbagai situasi, termasuk ketika kelak terjun ke dunia bisnis dan menghadapi berbagai tantangan.
“Yang kami ajarkan adalah membentuk karakter yang kuat, mandiri, dan memiliki komitmen,” pungkasnya.
Melalui aksi bersih-bersih Pantai Padang Galak, FEB Unwar tidak hanya mengajak mahasiswa baru memungut sampah, tetapi juga mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari proses pendidikan. Dari aksi sederhana di kawasan pantai, mahasiswa diajak memahami bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kepedulian dan tindakan bersama.

VISITOR HARI INI
16
Copyright © 2025 AWS Bali All rights reserved.