Jumat, 16 Oktober 2026 Diposting oleh: adminsite

Karanganyar, 2 Oktober 2026 — Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa Bali turut memperkuat kolaborasi nasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi Nasional bersama FEB Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta di Sentra Batik Girilayu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional ini menjadi momentum untuk mengenali, menjaga, sekaligus mengembangkan potensi masyarakat di balik keberlangsungan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Batik Indonesia telah ditetapkan UNESCO sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009.
Dari FEB Universitas Warmadewa, kegiatan dihadiri oleh Ka. Wakil Dekan Dr. I Dewa Ayu Kristiantari, S.,E.M.Si., Ketua Prodi Akuntansi Dr. A. A. Gede Krisna Murti, S.E., M.Si, serta Dr. Ni Nyoman Sri Rahayu Damayanti, S.E.,M.Si. dan I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra, S.E.,M.Si.,Ak. Kehadiran tim FEB Universitas Warmadewa menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperluas kolaborasi serta memberikan kontribusi terhadap penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis potensi dan budaya lokal.
Sementara itu, FEB Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) diwakili oleh Dekan FEB Dr. Marjam Desma Rahardhini, S.E., M.Si., penanggung jawab kegiatan Dr. Rispantyo, Kaprodi Akuntansi Fadjar Harimurti, S.E., M.Si., Kaprodi Manajemen Riska Fii Ahsani, S.E., M.Sc., Kaprodi Bisnis Digital Putri Oktovita Sari, S.E., M.B.A., serta perwakilan dosen Acha dan Tya.
Kegiatan PkM melibatkan 12 kelompok pengrajin yang tergabung dalam Paguyuban Giriarum. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat sekaligus menggali dan mengembangkan potensi khas Batik Girilayu.
Batik Girilayu memiliki keunikan karena motif yang dikembangkan memiliki keterkaitan erat dengan lingkungan dan identitas lokal. Para perajin menghadirkan berbagai motif yang merepresentasikan karakter kawasan, di antaranya unsur Mangku Astana Ngadeg, buah durian, hingga buah manggis. Para perajin juga memiliki kemampuan menghasilkan batik secara kustom sesuai dengan permintaan konsumen.
Selain motif yang khas, Batik Girilayu memiliki karakter warna klasik bernuansa membumi yang menjadi salah satu daya tarik bagi pasar, termasuk untuk kebutuhan lingkungan Keraton Surakarta. Keunggulan tersebut menunjukkan bahwa nilai batik tidak hanya terletak pada estetika kain, tetapi juga pada cerita, pengetahuan, keterampilan, serta identitas budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi Prodi Akuntansi FEB Universitas Warmadewa, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan usaha berbasis budaya lokal. Kolaborasi dengan FEB UNISRI juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong penerapan keilmuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan PkM Kolaborasi Nasional ini, Prodi Akuntansi FEB Universitas Warmadewa berharap sinergi antarp perguruan tinggi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal.
Batik bukan sekadar kain. Di dalam setiap motifnya terdapat identitas, pengetahuan, budaya, dan kehidupan ekonomi masyarakat yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.