Senin, 14 Juli 2025 Diposting oleh: adminsite


Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB Unwar) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan dan Pembaharuan Kurikulum Program Studi Akuntansi pada Jumat, 11 Juli 2025.
Mengusung tema “Sinkronisasi Kurikulum Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan Tantangan Global,” kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FEB Unwar dalam memastikan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di era transformasi digital.
Kegiatan FGD yang berlangsung di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa ini secara resmi dibuka oleh Dekan FEB Unwar, Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, terlebih dengan percepatan teknologi digital pasca-pandemi COVID-19, menuntut institusi pendidikan tinggi untuk bergerak lebih cepat dan responsif terhadap perubahan. Ia juga menyampaikan bahwa penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dipandang sebagai langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, sikap profesional, serta kesiapan untuk bersaing secara global.
Lebih lanjut, Dekan FEB Unwar memandang FGD ini sebagai momentum penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak, termasuk alumni dan praktisi industri yang menjadi pengguna langsung lulusan Program Studi Akuntansi. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mewujudkan kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga selaras dengan visi FEB Unwar sebagai fakultas yang unggul, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global pada tahun 2034.
Ketua Program Studi Akuntansi FEB Unwar, Dr. A. A. Krisna Murti, S.E., M.Si., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa revisi kurikulum kali ini bersifat menyeluruh dan strategis, sebagai respons terhadap arah kebijakan nasional pendidikan tinggi serta dinamika profesi akuntansi yang terus berkembang. Ia menjelaskan bahwa saat ini profesi akuntansi telah mengalami perluasan peran menjadi beyond the numbers, di mana perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan signifikan terhadap cara kerja dan peran akuntan. Oleh karena itu, kurikulum yang dirancang perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir adaptif dan solutif.
Ia juga menekankan pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Masukan dari alumni, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai sangat berharga dalam merumuskan kurikulum yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.
FGD ini menghadirkan perwakilan dari berbagai lembaga dan institusi, antara lain Kantor Akuntan Publik (KAP), Kantor Konsultan Pajak, Bank Umum dan BPR, Kantor Pelayanan Pajak (KPN), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), HIPMI serta pelaku industri lainnya . Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif, menghasilkan berbagai masukan penting untuk penyempurnaan kurikulum Program Studi Akuntansi FEB Unwar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud kurikulum yang kontekstual, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi landasan kokoh dalam penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Universitas Warmadewa.