629 Yudisiawan/i Ikuti Yudisium dan Lepas Pesan Calon Wisudawan Ke-81 FEB Unwar, Momentum Penuh Makna Menuju Langkah Baru

 Senin, 14 September 2026  Diposting oleh: adminsite

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB Unwar) kembali melepas ratusan lulusan melalui Yudisium ke-81 yang berlangsung di Prama Sanur Beach Hotel, Rabu (9/9). Sebanyak 629 mahasiswa mengikuti yudisium dan dinyatakan menyelesaikan pendidikan di FEB Unwar.

Yudisium kali ini tidak hanya menjadi momentum pelepasan lulusan, tetapi juga menjadi penegasan arah pendidikan FEB Unwar yang ingin menghasilkan lulusan dengan karakter kuat, kompetensi memadai, serta memiliki keberanian menciptakan lapangan kerja.

Dekan FEB Unwar, Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, SE., M.Si., mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan yudisium maupun proses pendidikan agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Karakter dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. “Kami tidak mau hanya mencetak job seeker, kami mau membentuk karakter,” tegasnya.

Ia mengatakan perkembangan dunia global berlangsung sangat cepat. Karena itu, FEB Unwar terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pendidikan, kurikulum maupun pelayanan pendukung bagi mahasiswa. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya pintar dan cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat ketika kembali ke masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa bukan hanya pintar dan cerdas, tetapi juga bermanfaat. Bermanfaat bagi diri sendiri, warga, masyarakat, bangsa dan negara,” harapnya.

Dalam pengembangan kurikulum, dikatakan, FEB Unwar juga berupaya memberikan porsi yang seimbang antara kemampuan akademik atau hard skill dengan kemampuan nonteknis atau soft skill. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori di kelas, tetapi juga diarahkan pada pengalaman dan praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Agung Dharmanegara mengatakan penguatan kemampuan tersebut menjadi penting karena lulusan FEB akan menghadapi dunia usaha, dunia bisnis dan persaingan global yang dinamis. Selain kompetensi, menurutnya, lulusan membutuhkan kekuatan mental untuk menghadapi berbagai tantangan.

Di sisi lain, FEB Unwar juga mendorong agar lulusan tidak selalu berorientasi menjadi pencari kerja. Jiwa kewirausahaan terus diperkuat melalui kurikulum, laboratorium, kegiatan praktik hingga keterlibatan jejaring alumni.

“Yang kami mau sebenarnya adalah bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan kerja. Kami push bagaimana membentuk jiwa kewirausahaan pada lulusan FEB dengan berbagai macam cara,” katanya.

Upaya tersebut, antara lain dilakukan melalui kegiatan business plan dan berbagai program yang mendorong mahasiswa menghasilkan gagasan bisnis. Dengan demikian, mahasiswa dibiasakan berpikir inovatif sejak berada di bangku kuliah.

“Di sinilah membentuk job creator. Pemikiran mahasiswa sampai menjadi lulusan adalah berpikir inovatif,” ujarnya.

Dharmanegara menambahkan, lulusan FEB Unwar selama ini memiliki waktu tunggu relatif cepat untuk memasuki dunia kerja, yakni maksimal sekitar enam bulan. Lulusan terserap di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan dunia usaha.

Namun, pihaknya tetap mendorong agar capaian tersebut tidak berhenti pada tingkat penyerapan tenaga kerja. Lulusan diharapkan mampu berkembang menjadi pelaku usaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

Pada Yudisium ke-81 ini, salah satu lulusan dengan capaian akademik tertinggi di tingkat fakultas untuk program sarjana adalah Ni Made Dea Yasinta Putri dari Program Studi Akuntansi Reguler A. Ia meraih IPK 3,98 dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 26 hari.

Sementara itu, untuk Program Sarjana Terapan, capaian IPK tertinggi diraih I Gede Krisna Putra dari Program Studi Akuntansi Perpajakan dengan IPK sempurna 4,00. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan 6 hari.

Keduanya tercatat sebagai calon wisudawan dengan indeks prestasi tertinggi di tingkat fakultas dengan kriteria lulus dengan pujian (cum laude).

Dharmanegara berharap seluruh lulusan yang dilepas melalui yudisium tersebut mampu membawa bekal ilmu dan karakter yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menghadapi dunia kerja sekaligus berkontribusi lebih luas di masyarakat.

“Dunia usaha, dunia bisnis, dunia global yang dibutuhkan adalah kekuatan mental,” pungkasnya.

VISITOR HARI INI
22
Copyright © 2025 AWS Bali All rights reserved.