BEM FEB Unwar Gelar Seminar Internasional WECOTION 2026

 Kamis, 08 Januari 2026  Diposting oleh: adminsite

 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa menyelenggarakan Seminar Internasional Warmadewa Economy Competition (WECOTION) Tahun 2026 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Sabtu (3/1/2026). WECOTION 2026 mengusung tema “Membangun Sinergi Kreativitas, Inovasi, dan Kolaborasi Generasi Muda Visioner sebagai Pilar Ekonomi Kreatif, Berdaya Saing Global, dan Berkelanjutan di Era Digital untuk Masa Depan Indonesia yang Gemilang.” Tema ini menegaskan komitmen FEB Unwar dalam mendorong peran aktif generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi kreatif yang adaptif terhadap transformasi digital dan tantangan persaingan global.

Seminar internasional ini menghadirkan narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Rian Fahardhi, Prof. Dr. Ma. Gerlia A. Blanza, Prof. Ilham Sentosa, Ph.D., serta Dr. Luh Putu Indiani, S.E., M.M. Para narasumber membahas berbagai perspektif strategis terkait penguatan ekonomi kreatif, inovasi berkelanjutan, serta peluang dan tantangan generasi muda di era digital.

Dekan FEB Unwar yang diwakili Wakil Dekan BARPM , Dr. I Dewa Ayu Kristiantari, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia mahasiswa yang telah menunjukkan profesionalisme, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan berskala internasional ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB Universitas Warmadewa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.

Mengusung tema “Youth, Creativity, and Innovation: Building a Competitive and Sustainable Creative Economy for Indonesia’s Digital Future”, WECOTION 2026 menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun ekonomi kreatif yang kompetitif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Tema ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara inovasi, daya saing, dan tanggung jawab sosial.

Melalui penyelenggaraan Seminar Internasional ini, FEB Universitas Warmadewa berharap dapat memberikan ruang dialog, inspirasi, serta penguatan jejaring akademik dan profesional bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum awal tahun yang sarat semangat, optimisme, dan keberanian untuk berinovasi demi masa depan Indonesia yang lebih gemilang.

Rektor Unwar yang diwakili Wakil Rektor BSKOP, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., mengatakan WECOTION merupakan platform strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk berdiskusi secara kritis mengenai tantangan serta peluang ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dalam pernyataannya, Wakil Rektor II menyampaikan bahwa di era perubahan yang cepat, peran ilmu ekonomi menjadi semakin krusial dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui forum ilmiah seperti seminar internasional ini, Universitas Warmadewa berkomitmen untuk mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta memberdayakan generasi muda agar mampu berperan aktif dalam membentuk masa depan ekonomi, khususnya dalam meningkatkan produktivitas ekonomi kreatif. Ia berharap seminar ini dapat menjadi pengalaman yang produktif dan inspiratif bagi seluruh peserta, serta mampu melahirkan diskusi-diskusi bermakna yang berkontribusi pada upaya mendorong perubahan positif dan berkelanjutan di bidang ekonomi.

Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si., menyoroti secara kritis perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini semakin masif digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Ia menyampaikan bahwa meskipun AI kerap dipandang sebagai teknologi yang membantu dan mempermudah aktivitas manusia, namun di sisi lain terdapat tantangan serius yang perlu disikapi secara bijak.

Menurutnya, tanpa pemahaman dan pengendalian yang tepat, pemanfaatan AI berpotensi menggerus nilai-nilai kemanusiaan, cara berpikir, serta kreativitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan ruang-ruang diskusi yang mampu menggali pemahaman lebih mendalam dan tajam mengenai bagaimana menjaga serta mengembangkan kreativitas di tengah era disrupsi digital. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kegiatan seminar dan forum ilmiah seperti ini menjadi momentum penting untuk membahas secara kritis peran AI, sekaligus merumuskan strategi agar generasi muda tetap memiliki daya pikir kreatif dan inovatif, bukan justru bergantung sepenuhnya pada teknologi.

VISITOR HARI INI
56
Copyright © 2025 AWS Bali All rights reserved.